Archive for November, 2007

Sekali Lagi Aku Disentuh SANG CINTA

Hari Minggu yang lalu aku ikut hadir dalam pemberkatan pernikahan salah seorang yang sudah aku anggap adik sendiri, di gereja Katholik di Mlati Wetan…kalau nggak salah nama gerejanya Gereja Kristus Raja…hmmmm…kalo nggak salah lho itu :-P

Anyway, menurutku upacara pernikahan itu asik banget suasananya…menyentuh hati. Apalagi saat pengantinnya saling memasangkan cincin di jari pasangannya, saat itu paduan suara nyanyi satu lagi mengenai cincin …. aku nggak tau judulnya, tapi isinya bikin aku serasa disentuh oleh sebuah kekuatan yang sangat besar…ada rasa haru terasa di dalam dada.

Tiba-tiba aku sadar bahwa saat itu aku sedang disentuh oleh kekuatan SANG CINTA, hatiku jadi dipenuhi rasa CINTA yang sangat besar….sangat-sangat nyaman, sangat-sangat indah!!!

Aku lihat ke arah istriku, dia lagi mengusap airmatanya…dalam hati aku bertanya “Tuhan, adakah istriku yang tercinta itu juga merasakan persis sama dengan apa yang aku rasakan?”.

Sungguh, aku sangat-sangat mensyukuri hari Minggu itu, saat dimana kekuatan besar SANG CINTA kembali menyentuh sanubariku, mengembalikan setumpuk harapan, memberikan sejuta kebahagiaan.

Terimakasih ya Allah, atas kesempatan yang sekali lagi KAU berikan kepadaku.

Untuk adikku yang baru menikah tanggal 25 November 2007….Budi dan Upik….semoga keluarga kalian selalu dalam CINTA dan DAMAI.

Monday, November 26th, 2007

Menutup “Pintu Luar” Web Proxy Mikrotik

Secara default, saat kita menginstal paket web-proxy dalam mikrotik, proxy tersebut akan bisa diakses oleh siapapun dari arah luar (internet), biasa disebut sebagai “open proxy“.

Aku sendiri sangat jarang menggunakan mikrotik baik sebagai router, pengatur bandwidth, maupun proxy server, biasanya aku pake mikrotik sebagai Access Point maupun Client. Tapi beberapa kali aku nyoba untuk menolong beberapa teman untuk mem-blok proxy server mereka supaya nggak bisa diakses dari internet.

Beberapa kali juga aku coba menggunakan logikaku untuk menghalangi akses dari luar (internet) ke mesin proxy mereka, dan hasilnya….beberapa kali juga aku ngasih cara yang berbeda-beda karena aku nggak pernah mencatat setiap cara yang aku usulkan ke teman-temanku.

Terakhir, kemarin aku membuatkan router mikrotik untuk salah satu kenalanku, dalam router tersebut aku juga menginstal proxy, dengan menggunakan paket web-proxy. Menurut salah satu sahabatku yang (menurutku) sudah sangat berpengalaman dengan mikrotik, sebaiknya aku menggunakan paket web-proxy tersebut bukannya proxy yang sudah termasuk dalam paket standar mikrotik, karena dipaket standar mikrotik itu cache-nya nggak jalan.

Setelah aku nginstal paket web-proxy itu dengan dipandu oleh sahabatku itu, aku melanjutkan dengan mencari cara untuk membuat mesin proxy tersebut jadi nggak bisa diakses dari luar (internet). Dari logika sederhana, yaitu membuat aturan yang bisa menghalangi akses ke port yang digunakan oleh proxy tersebut (defaultnya port 3128) dari arah interface luar (internet).

Aku nggak yakin apa teman-teman lain yang sudah lebih berpengalaman dari aku juga menggunakan script yang aku pakai, tapi aku pikir ada baiknya membagi script yang aku gunakan itu ke teman-teman lain yang mungkin juga belum berpengalaman dengan mikrotik seperti aku.

Scriptnya seperti ini:

/ip firewall filter add chain=input in-interface=external-ethernet src-address=0.0.0.0/0 protocol=tcp dst-port=3128 action=drop

Setelah selesai bikin server itu dan mengaktifkan, aku udah coba untuk ngakses proxy server yang aku bikin itu dari internet danternyata script singkat itu berhasil menutup proxy itu dari akses yang nggak kita inginkan dari arah luar (internet), sedangkan dari arah network lokal masih bisa mengakses proxy server itu dengan lancar.

Moga-moga pengalamanku itu bisa berguna bagi teman-teman lain yang terhitung masih baru mengenal mikrotik.

Monday, November 26th, 2007

Berusaha Sebaiknya Tanpa Mengharapkan Hasil

Berusahalah sebaik-baik yang bisa kita lakukan, tidak perlu mengharapkan hasil dari usaha kita. Karena yang bisa kita lakukan hanya berusaha sebaik-baiknya, sedangkan apapun hasil dari usaha kita adalah murni RAHMAT dan BERKAH dariNYA atas usaha yang sudah kita lakukan.

=====================

Yang bisa kita atur dan tentukan adalah usaha yang kita lakukan, sebaik-baiknya atau secukupnya atau bahkan sekedarnya. Kita tidak akan pernah bisa menentukan hasil dari semua usaha yang kita lakukan.

Berharap untuk mendapatkan sesuatu hasil tertentu dari apa yang kita lakukan akan menyebabkan kita nggak ikhlas dengan apa yang kita kerjakan, dan kalau hasil yang yang kita dapatkan nggak seperti yang kita harapkan, akan menimbulkan kekecewaan, dan menjadikan kita nggak ikhlas.

Butuh keikhlasan supaya kita bisa mengerjakan segala sesuatu dengan tulus, tanpa keikhlasan maka nggak akan ada ketulusan dalam tindakan kita. Mengharapkan balasan/hasil yang “menurut kita” pantas atas apa yang telah kita kerjakan, akan menyebabkan timbulnya rasa nggak ikhlas bila ternyata hasilnya nggak seperti apa yang kita harapkan, dan ini sangat mudah menimbulkan/menumbuhkan rasa kecewa, marah, maupun iri di dalam hati kita.

Friday, November 16th, 2007

Mulai ngisi Blog Lagi aaaahhhh

4 bulan lebih aku nggak sempet ngisi blogku, alasannya klise & kuno….karena kesibukanku jadi nggak sempet nulis-nulis.

Tapi sebenernya memang ada perubahan di staminaku yang aku rasakan dibanding tahun yang lalu, tepatnya dibandingkan dengan staminaku sebelum aku operasi usus buntu beberapa hari sebelum gempa besar di Jogja (27 Mei 2006).

Sedikit bernostalgia…
Hari Senin, tanggal 22 Mei 2006 aku masuk RS. Bethesda pagi-pagi, blas nggak bisa bergerak karena perutku sakit banget. Setelah dperiksa di ruang UGD dan dianalisa selama sehari, sakitku itu dicurigai sebagai usus buntu, tapi masih meragukan karena yang sakit seluruh perut, bukan cuma perut bagian kanan seperti biasanya penderita usu buntu yang infeksi.

Hari Selasa (23 Mei 2007) siang aku di operasi, dan ketahuan bahwa usus buntuku sudah pecah dan nanahnya udah menyebar ke seluruh rongga perutku, jadinya terpaksa isi perutku dikeluarin untuk ngebersihin nanah itu.

Setelah operasi itu aku ngalami demam tinggi dan nggak sadar, jadi dua hari setelah operasi itu (25 Mei 2007) aku dimasukkan ke ICU RS. Bethesda.

Hari Sabtu (27 Mei 2007) aku sempet sadar, kira-kira setengah jam sebelum gempa sampai setengah jam setelah gempa. Sesaat setelah gempa itu, semua pasien di RS. Bethesda dikumpulin di satu ruangan besar…aku lupa ruang apa itu, tapi waktu itu aku dalam keadaan sadar. Nggak lama setelah dipindah ke ruangan itu, aku nggak sadar lagi, dan keluargaku memutuskan untuk mindahin aku ke RS. Panti Waluyo di Solo.

Setelah seminggu di RS. Panti Waluyo, aku boleh pulang ke Jogja. tapi dua minggu setelah pulang ke Jogja, aku harus masuk ke RS lagi, karena menurut diagnosa…ususku lengket. Dan akhirnya aku harus dioperasi lagi untuk memperbaiki usus yang lengket itu. Untuk opersai kedua itu aku harus mondok lagi di RS Bethesda selama 10 hari, sebelum aku boleh pulang ke rumahku lagi.

Akibat gempa itu, rumahku rusak sedang, sebagian tembok lantai dua rumahku harus dibongkar karena hampir ambruk ke arah lantai satu. Tapi untungnya tower segitiga setinggi 9 sections (36 meter) dari lantai dua rumahku tetap tegak berdiri.

Friday, November 16th, 2007

Link Wireless-ku yang terjauh

Kira-kira sebulan yang lalu aku bikin link antara Kabupaten Purworejo, tepatnya di SMP Padmowijoyo di Desa Tawangsari, ke Kota Klaten tepatnya di Perumahan Klaten Kencana, jarak udara 58 Km!!!

Di Perumahan Klaten Kencana itu aku kebetulan punya repeater untuk jaringan wirelessku, aku kerjasama dengan temenku …. Timotius Edy … alias Simpek Poen…hehehehe.

Anyway, repeater di Klaten Kencana itu aku pake RB-133 dengan radio mini-PCI NMP-8602 dan antenna omni 15 dB yang aku pasangi reflektor alumunium bikin sendiri. Fungsi reflektor itu seperti di antena sektoral, yaitu supaya sinyal yang dipancarkan si antena itu bisa dipancarkan lebih terfokus ke arah tertentu. Reflektor yang aku buat itu untuk mengarahkan sinyal omni itu untuk meng-”cover” daerah selebar 180 derajat di hadapan omni. di Tawangsari aku pakai RB-133 dengan radio mini-PCI yang sama (NMP-8602), antena yang aku pakai jenis grid 24 dB.

Dengan spesifikasi seperti di atas, aku bisa dapet sinyal yang lumayan bagus, di Tawangsari sinyal dari Klaten ketangkep -77, di Klaten nangkep sinyal Tawangsari -71. Throughput yang tercapai “hanya” 1,5 mbps, dan aku rasa belum perlu aku naikkan karena kebutuhan bandwidth di Purworejo belum melebihi itu.

Friday, November 16th, 2007